Saya sudah lama penasaran sama hotel dan restoran satu ini, gara-gara suka melihat foto-foto di Instagram maupun di majalah yang menampilkan interiornya yang ramai dengan mural warna warni. Walaupun sering ke Yogyakarta, tapi setiap kali ke kota ini bersama keluarga kami pasti lebih sering menghabiskan waktu di acara keluarga atau mencari jajanan tradisional pinggir jalan yang enak-enak, ketimbang makan cantik di hotel. Tapi, saya yang jebolan desain ini pasti gemes penasaran dong sama arsitekturnya (dan juga makanannya). Jadi, sewaktu berkesempatan ke Jogja sendirian akhir April lalu, saya sempatkan untuk mampir ke hotel yang terletak di Jalan Jembatan Merah ini.
Indonesia
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Jumat, 01 April 2016
Desa Wae Rebo : A Remote Paradise
" Pingin liburan nih tapi lagi bokek. "
Saya masih ingat kira-kira begitu pembicaraan saya dengan seorang teman kantor pada suatu malam. Siapa sangka, tepat keesokan paginya, kami mendapat kabar akan ditugaskan ke Waerebo, Flores pada saat perayaan kemerdekaan. Doa kami dijawab secepat itu. Excited bukan main, akan dikirim ke sebuah desa adat yang merupakan rising star di dunia pariwisata Indonesia, apalagi tepat pada saat perayaan kemerdekaan RI. Tidak semua orang berkesempatan berkunjung kesana bertepatan dengan hari besar rakyat Indonesia yang dirayakan seantero nusantara tersebut.
Sabtu, 26 Maret 2016
Wisata Yogyakarta : Sisi Lain
Cerita lama, sebuah perjalanan di tengah 2013. Bukan kota baru juga untuk saya, karena saya sudah sering ke Yogyakarta setiap tahun sekali. Tapi saya belum pernah lihat Yogyakarta dari sisi yang satu ini.
Sebenarnya ini adalah perjalanan akademis mahasiswa Arsitektur untuk mempelajari arsitektur regional di Yogyakarta. Saya nggak akan banyak bahas sisi arsitekturnya, saya akan lebih membahas hal-hal yang menyenangkan yang saya ingat, sekadar mengisi waktu menunggui Eyang yang sedang sakit. Awalnya kami berniat menggunakan jasa travel agent, supaya nggak repot dan bisa fokus pada studi. Tapi ternyata harganya jauh beda dengan apabila kita mengurus sendiri. Akhirnya kita memutuskan untuk mengurus sendiri dengan sistem bagi-bagi tugas.
Kamis, 24 Maret 2016
Weekend Di Desa Gamboeng
It was actually not even a resort, lebih tepatnya Pusat Penelitian Teh dan Kina di Desa Gamboeng, Jawa Barat. Nggak ada pula cottage-cottage liburan dan hospitality service 24 jam. Kami sekeluarga besar menginap di sebuah mess yang cukup luas dengan jumlah kamar yang cukup banyak. Makannya pun kami bawa sendiri, dengan sistem potluck jadinya melimpah deh. Mulai dari roti-roti, wedang jahe, pisang rebus sampai tumpeng dan daging kambing buat barbecue malam harinya !
Pagi hari, setelah sarapan khas ndesa, kami sekeluarga trekking keliling wilayah PPTK, yang mostly berupa perbukitan hijau ( It was perfect green ! ) . Rasanya saya detoksifikasi jiwa dan fisik, bisa olahraga ringan sekalian cuci mata. Medannya nggak susah , walaupun Om saya sempat mengajak ke daerah yang medannya agak terjal, but a little bit of challenge adds more fun, right ? Lebih asiknya, keluarga besar saya yang satu sudah extended ke kancah internasional, maksudnya ada beberapa anggota keluarga yang merupakan warga negara asing, seperti dari Mexico dan Swiss. Jadi lebih seru deh !
See ? Quick getaway doesn't have to be expensive and luxurious. For me, all I need is my favorite crowd, pemandangan alam dan pisang rebus tentunya :D
Langganan:
Postingan (Atom)